Training Metode Abyan bulan Juni 2016 di Cimanggu

Training Metode Abyan kembali hadir di Aula Ponpes Daaruts Tsaqoofah II, Bharata Pura, Cimanggu, Bogor. Insya Allah training berlangsung dari tanggal 9 – 11 Juni 2016 (selama 3 hari). Peserta bisa berasal dari ikhwan atau akhwat (namun tempat terbatas). Adapun biaya adalah Rp100.000 per orang. Materi akan disampaikan oleh K.H. Umar Ash-Shiddiq (Penemu Metode Abyan). Untuk keterangan lebih lanjut silakan hubungi panitia:

SMS/Telp: 0877-4135-4414

SMS/WA: 0899-9288-181

WA: 0896-3832-6374

Training Metode Abyan di Kota Bogor

Alhamdulillah, Metode Abyan semakin diminati masyarakat yang sedang belajar bahasa Arab, khususnya bagaimana bisa membaca kitab gundul dengan metode yang mudah dan cepat.

Insya Allah, di tahun 2016 ini setiap hari Sabtu pukul 16.00 WIB – selesai diadakan training Metode Abyan oleh DPD II HTI Kota Bogor bertempat di Kantor DPD II HTI Kota Bogor di Jl. KS Tubun No. 19, Kota Bogor. Adapun pengisinya adalah al mukarom KH Umar Ash-Shiddiq.

Bagi Anda yang tinggal di kota Bogor dan sekitarnya serta berminat ikut training tersebut silakan menghubungi ust. Asep S (0821-1252-4090).

Training Baca Kitab Gundul Metode Abyan di Jakarta

Pastikan kita semua sudah mengatur waktunya pada hari Ahad, 28 Feb 2016 jam 08.30-15.00 WIB. Tempat: Masjid Baitul Karim, Jl. Kebon Kacang 14, Tn Abang, Jakarta.

Pemateri: KH Umar Ash-Shiddiq (Penemu Metode Abyan)

Catatan: Training ini untuk umum. Konsumsi 10 ribu, infaq 50ribu + pengganti Rumus 10 ribu (akan disampaikan untuk pembiayaan Pesantren Daaruts Tsaqofah asuhan beliau yg menampung santri dengan biaya gratis).

CP: Ust Derri 0881-1213-755

Yassarollohu umurokum wa umurona.

Sebagai informasi,
Kelebihan METODE ABYAN adalah:
1. Hanya berupa 1 1/2 lembar (berupa rumus pasti), sehingga bisa dihapal dengan cepat oleh siapa pun.
2. 100% non istilah Arab, tujuannya agar lebih mudah difahami dan dimengerti.
3. Dikemas dalam formulasi rumus pasti.
4. Ada nyanyian untuk mempermudah hafalan rumus.

Peringatan Maulid Nabi 1438 H: Felix Siauw dan Ustad yang Tak Dirindukan

Oleh: Asri Supatmiati*.

Saya penasaran banget dengan Ustad Felix Siauw. Sebab, seterkenal-terkenalnya Ustad Felix, saya belum pernah nonton ceramahnya di tivi. Maklum, channel di saya cuma dua. Sebenarnya udah sering beliau ceramah di Bogor. Cuma belum kesampaian ingin menghadirinya. Kadang karena setingan acaranya yang untuk anak muda. Kadang karena waktunya malam. Kadang bareng dengan kesibukan saya yang tak bisa ditinggalkan. Maka, ketika Ustad Felix rencana diundang ceramah di Pesantren Daarut Tsaqoofah, Cemplang Baru, Cilendek, Kota Bogor, saya niatkan pasti hadir. Secara, nggak perlu modal. Dekat banget dengan rumah. Cuma 20 menitan. Gratis lagi. Malah dapat makan hehe…

Yup, udah lama banget penasaran, kayak apa sih, retorita dakwah penulis buku “Muhammad Al-Fatih 1453” itu. Ternyata memang makjleb-makjleb (bahasa anak sekarang). Banyak memakai analogi-analogi untuk menjelaskan suatu pemahaman.

Misalnya, kalau monyet dikasih uang Rp2 miliar dan setandan pisang, pilih yang mana? Pasti pilih pisang. Dikasih penjelasan tentang hebatnya uang Rp2 miliar pun, tak akan berubah pikiran. Kenapa? Karena monyet nggak mikir. Jadi, beragama itu memang harus mikir. Makanya orang mau taat pada Allah karena mikir. Yang nggak mikir nggak bakal taat. Dapat pelajaran berharga.

BTW, kedatangan Ustad Felix ke Ahad (31/1) itu, sempat dikabarkan tidak pasti. Maklum, jam terbangnya tinggi. Nggak gampang ngundang beliau. Bahkan sehari sebelumnya dikabarkan ceramah akan diisi oleh Ustad Budi Abdurrohim. Belum seterkenal Ustad Felix sih (mungkin karena beliau nggak main twitter, belum nulis buku, dan juga bukan mualaf hehe…).

Tapi, Ustad Budi ini sudah terkenal di lingkungan ponpes dan sekitarnya. Sering didapuk jadi pembicara, moderator atau pembaca Alquran. Pokoknya sudah familiar bangetlah. Jadi kalau didapuk jadi pembicara acara Maulid Nabi itu, sebenarnya tidak aneh lagi.

Masalahnya, karena jauh-jauh hari sudah tersiar kabar akan mengundang Ustad Felix, jadinya, untuk saat itu, Ustad Budi bukan termasuk pembicara yang dirindukan (hihihi…jahatnya…afwan ya Ustad Budi). Padahal, retorikanya tak kalah interaktif. Dapat pelajaran juga.

Eit, tapi tulisan ini tidak bermaksud membanding-bandingkan para ustad. Nggak. Justru, sedang merangkum gaya retorika para ustad dimaksud. Kok bisa mereka begitu laris dan terkenal. Betapa banyak ladang pahalanya, karena mampu mengguncang jamaah. Mengubah banyak orang. Speak to change, meminjam judul buku Ustad Jamil Azzaini Kedua.

Ternyata memang memiliki gaya khas masing-masing. Style-nya beda-beda. Punya resep retorikanya. Bahkan Ustad Budi pun laris di lingkungan sekitar kami, karena juga punya style sendiri.

Begitulah, mulai ustad ngetop seperti Arifin Ilham hingga ustad nggak ngetop selevel pengisi pengajian di masjid-masjid perumahan, pernah saya datangi. Saya catat materinya, bahkan sampai joke-joke-nya. Ada yang meniru stand up commedy-nya Cak Lontong (kebetulan saya suka celetukan cerdasnya dan saya ingat). Ada yang belum pernah saya dengar sebelumnya.

Bahkan pernah saya temukan, ada lelucon yang sama persis yang disampaikan. Tiga ustad, tiga moment, contoh guyonannya sama. Aha, rupanya mereka pun juga melakukan ATM alias amati, tiru dan modifikasi (seperti penulis pemula hehe…). Sah-sah aja.

Jadi, saya pun tak akan segan menyontek dan meniru gaya mereka. Sebisa saya, disesuaikan dengan style saya. Yee, bukan berarti saya pengin ngetop atau laris kayak mereka. Tapi saya yakin, bicara itu berkorelasi dengan mendengar.

Kalau mau menjadi pembicara yang baik, harus sering-sering mendengar. Menghadiri ceramah. Menyerap retorikanya. Pastinya nggak bisa kita tiru 100 persen. Tapi, selalu ada ilmu baru yang kita dapatkan. Meski temanya dianggap ecek-ecek, kita udah merasa paham, udah nggak butuh.

Yup, kita itu memang harus seperti spon. Menyerap ilmu dari mana aja. Bahkan pada acara Maulid Nabi itu, hadir ustazah cilik, Najda, putri dari pemilik pondok, Ustazah Yeni Nurbani. Luar biasa pula kemampuannya memberi tausiah di usia 6 tahun. Dapat pelajaran lagi.

Apalagi saya belum menemukan, figur penceramah muslimah yang cetar membahana. Ananda Najda ini salah satu bibit unggulnya. Aamiin.

Memang, ada sih beberapa kandidat dalam hati saya. Saya mendoakan semoga beliau-beliau kelak menjadi penerus-penerus Mama Dedeh atau penyeimbang Oki Setiana Dewi. Mungkin di antara Anda, ya, Anda, ada yang memimpikan posisi itu? Menjadi ustazah yang dirindukan? Biar sekalian saya doakan!

Bogor, 2 Februari 2016

*) Jamaah yang hadir dalam acara Maulid Nabi 1438 H di Ponpes Daaruts Tsaqoofah, Bogor.

Fungsi Lain Kalimat Bahasa Arab

Seni khas Arab (kaligrafi) merupakan seni Islam murni karena diciptakan kaum Muslim dan memiliki hubungan sangat erat dengan kitab Al-Qur’an. Tulisan tidak menjadi seni yang dapat dinikmati mata yang memandangnya dalam bangsa-bangsa, kecuali setelah Al-Qur’an turun kepada bangsa Arab. Jika setiap bangsa memiliki bahasa dan tulisannya sendiri, maka bahasa dan tulisan tersebut tetap dalam fungsi utamanya, yaitu mengungkapkan sesuatu yang diinginkan hati. Akan tetapi, bahasa dan tulisan tersebut tidak pernah menjadi seni yang menampilkan nilai-nilai artistik sebagaimana yang dialami bahasa Arab setelah Al-Qur’an turun. Continue reading Fungsi Lain Kalimat Bahasa Arab

Reportase Training Gratis Metode Abyan di Bulan Ramadhan 1436 H

Alhamdulillah, selama 5 hari mulai tanggal 24-28 Ramadhan 1436 H kemarin (11-15 Juli 2015), training gratis Metode Abyan berhasil dilaksanakan dengan baik dan lancar bertempat di pondok Pesantren Daruts Tsaqofah, Bogor. Acara ini diikuti oleh sekitar 50 orang yang berasal dari Jabodetabek bahkan Bandung. Ada beberapa calon peserta juga yang berasal dari luar Jawa dan Yogya berencana untuk ikut, namun karena satu dan lain hal mereka tidak jadi hadir.
Acara dibuka oleh KH Umar Ash-Shiddiq. Beliau menyampaikan sejarah berdirinya pondok dan Metode Abyan yang beliau temukan. Beliau berpesan agar para peserta nantinya ikut menyebarluaskan ilmu yang didapat sekalipun baru sedikit, karena dengan cara itu justru akan membuat pemahaman ilmu kita semakin bertambah karena barokah.
Selanjutnya materi Metode Abyan rumus demi rumus disampaikan oleh ustadz Hari Barkah, SPdI dengan menarik yang membuat peserta begitu menikmati keseluruhan acara. Susunan acara untuk tiap harinya diisi dengan penyampaian materi mulai dari jam 8 pagi – menjelang berbuka puasa. Setelah break sholat maghrib dan sholat isya serta tarawih, acara dilanjutkan lagi dengan review materi yang telah diberikan pada hari itu. Acara juga diselingi dengan berbagai games yang membuat peserta semakin hafal dan memahami materi yang diberikan.
Berikut ini salah satu testimoni peserta bernama Gopur Sodik, mahasiswa IPB Bogor yang berusia 20 tahun:
“Akhirnya bisa baca kitab gundul dalam 4 hari melalui program intensif Metode Abyan. Unik, asyik, menarik!. Jazakallahu khairan…”.
Insya Allah acara ini akan diselenggarakan rutin setiap tahun oleh Pondok Pesantren Daruts Tsaqofah setiap bulan Ramadhan. Namun tidak menutup kemungkinan juga bahwa frekuensi pelaksanaan training akan bertambah lagi. Mudah-mudahan Allah swt memberikan kemudahan dan kesehatan kepada Al Mukarom KH Umar Ash-Shiddiq dan seluruh tim Metode Abyan agar bisa terus menyebarluaskan metode yang memberikan kemudahan kepada siapa saja yang ingin belajar cara cepat membaca kitab gundul (kitab kuning) ini. Aamiin

Training Gratis Metode Abyan di Bulan Ramadhan 1436 H (Juli 2015)

Insya Allah pada bulan Ramadhan 1436 H tahun 2015 M ini, tepatnya tanggal 11-15 Juli 2015 nanti akan diadakan Training Gratis Baca Kitab Gundul Intensif Metode Abyan di Ponpes Daruts Tsaqofah. Acara ini dimulai jam 8 pagi setiap hari dan selesai sekitar jam 21.30. Para peserta tidak dipungut biaya (baik biaya training maupun penginapan di pondok), sehingga jika peserta bisa menginap di pondok maka hasil yang akan didapat peserta pun bisa lebih optimal tanpa harus direpotkan dengan pulang – pergi ke lokasi setiap hari. Namun demikian, peserta dipersilakan menanggung kebutuhan pribadinya masing-masing saja seperti untuk makan, odol, sabun mandi.

Adapun persyaratan mengikuti training ini adalah sudah bisa membaca kitab suci Al-Qur’an saja. Sedangkan materi yang akan dikupas dalam training ini adalah kupas tuntas 1 lembar rumus-rumus Metode Abyan dan praktek langsung membaca kitab gundul. Materi akan disampaikan oleh Team Metode Abyan dan diperkaya dengan games dan multimedia.

Adapun alamat ponpes adalah di Cilendek, Kab. Bogor, RT 03 RW 12 (dari Jakarta ke Parung terus ke arah Lanud Atang Sanjaya, dan terus sedikit ke arah Bogor). Peserta dibatasi sampai 100 orang (baik member metodeabyan.com atau bukan). Untuk sementara, training ini hanya untuk ikhwan saja. Pendaftaran by SMS/WA ke nomer: 0856-1515-182.

Reportase Training Metode Abyan di Kota Bandung Bulan Juni 2015

Oleh: Hari Barkah

Akhirnya atas izin Allah swt, pada hari Ahad tanggal 28 Juni 2015 lalu, kota Bandung menjadi tempat berikutnya untuk diselenggarakannya Training Metode Abyan yang dibimbing langsung oleh penemunya KH Umar Ash-Shiddiq. Acara yang bertempat di Masjid Al-Mukhlisin ini berlangsung dari pukul 09.00 – 15.00 WIB. Diikuti oleh sekitar 150 peserta, mereka tampak dengan antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir

Pemaparan materi dalam training dikemas dalam suguhan presentasi Powerpoint yang menghantarkan peserta memahami penjelasan rumus demi rumus Metode Abyan berikut aplikasinya secara langsung dalam kalimat. Disertai dengan suguhan lagu-lagu yang mempermudah peserta menguasai rumusnya. Continue reading Reportase Training Metode Abyan di Kota Bandung Bulan Juni 2015

Dosen Muslim Asal Amerika Serikat Belajar Metode Abyan

 

Sudah beberapa bulan ini seorang dosen muslim sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat bernama Ma’ruf Allison, Ph.D yang berasal dari kota Chicago mempelajari Metode Abyan dengan serius. Ia yang awalnya sedikit saja mengetahui bahasa Arab sekarang semakin semangat belajar bahasa Arab sejak bertemu dengan Metode Abyan di bawah bimbingan ustadz Hari Barkah.

Berikut ini adalah testimoninya yang disampaikan lewat ustadz Hari Barkah,

“Assalamu’alaikum wr.wb. Since ustadh Hari Barkah has been teaching me the Abyan method of learning the Arabic language, I have gained a greater and more efficient knowledge of the Arabic language. Not only has my understanding of Arabic grammar increased, but my confidence in learning Arabic has skyrocketed to the top where I am eager to learn more. I am so pleased with my progress. For example, I have been learning how to conjugate nouns from singular to plural form and add the vocalization at the end of the words in a simple and quick way. The Abyan method is truly revolutionary and beneficial for teaching students Arabic in an efficient and inviting manner. I recommend it for all those interested in learning Arabic.”

Continue reading Dosen Muslim Asal Amerika Serikat Belajar Metode Abyan

Allah Menutupi dan Memaafkan Dosa Orang yang Sabar

Baginda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

QoolallaHu ta’aalaa: Idzaa wajjaHtu ilaa ‘abdin min ‘abiidii mushiibatan fii badaniHi, au fii waladiHi, au fii maaliHi, fastaqbalaHaa bi shobrin jamiilinistahaytu yaumal qiyaamati an anshiba laHu miizaanan au ansyurolaHu diiwaanan.”

(Allah SWT telah berfirman, “Apabila Aku menimpakan kepada seseorang di antara hamba-hambaKu suatu musibah yang mengenai tubuhnya, atau anaknya, atau harta bendanya, lalu ia menerimanya dengan penuh kesabaran, maka Aku malu kepadanya bila kelak di hari kiamat menegakkan timbangan amal perbuatan kepadanya, atau membeberkan catatan amal perbuatannya.”) HR Muslim