Allah Menutupi dan Memaafkan Dosa Orang yang Sabar

Baginda Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

QoolallaHu ta’aalaa: Idzaa wajjaHtu ilaa ‘abdin min ‘abiidii mushiibatan fii badaniHi, au fii waladiHi, au fii maaliHi, fastaqbalaHaa bi shobrin jamiilinistahaytu yaumal qiyaamati an anshiba laHu miizaanan au ansyurolaHu diiwaanan.”

(Allah SWT telah berfirman, “Apabila Aku menimpakan kepada seseorang di antara hamba-hambaKu suatu musibah yang mengenai tubuhnya, atau anaknya, atau harta bendanya, lalu ia menerimanya dengan penuh kesabaran, maka Aku malu kepadanya bila kelak di hari kiamat menegakkan timbangan amal perbuatan kepadanya, atau membeberkan catatan amal perbuatannya.”) HR Muslim

Hambatan Menuju Surga

Rasulullah Muhammad shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Bainal ‘abdi wal jannati sab’u aqobaatin, aHwanuHal mautu wa ash’abuHal wuquufu baina yadayillaaHi ta’aalaa, idzaa ta’allaqol mazhluumuuna bizh-zhoolimiina.”

(Di antara seorang hamba dan surga terdapat tujuh hambatan, hambatan yang paling ringan adalah mati, dan hambatan yang paling sulit ialah berdiri di hadapan Allah SWT (untuk menjalani hisab), yaitu apabila orang-orang yang dianiaya menuntut terhadap orang-orang yang menganiaya mereka.) HR Bukhari