Berbuat Baik dan Berkata yang Haq

Baginda nabi Muhammad SAW bersabda,

Shil man qotho’aka, wa ahsin ilaa man asaa’a ilaika wa qulil haqqo  wa lau ‘alaa nafsika.” (HR Ibnu Najar)

(Bersilaturahmilah kepada orang yang memutuskanmu, berbuat baiklah kepada orang yang berbuat buruk kepadamu dan katakanlah yang haq sekalipun terhadap diri kamu sendiri.)

Ya Allah jadikanlah kami orang yang mampu berbuat demikian. Aamin

Nasib Penguasa yang Tidak Ikhlas/Tidak Menjalankan Syariat

Rasulullah SAW bersabda,

“Maa min ‘abdin yastar’iihillaahu ro’iyyatan falam yahuth-haa binashiihatin illaa lam yajid rooihataljannah.” (HR Bukhari dan Muslim)

(Tidak seorang hamba pun yang Allah berikan kepercayaan memimpin rakyat, lalu ia tidak mengerjakan kepercayaan itu dengan niat tulus ikhlas (demi karena Allah)/tidak menjalankan syariat-Nya, kecuali ia tidak akan mencium baunya surga.)

Ya Allah, jadikanlah syari’at-Mu menjadi satu-satunya sistem yang dijalankan oleh penguasa kami dengan tulus ikhlas agar ia bisa mencium bau surga-Mu. Allahumma aamiin.

 

 

Ucapan Nabi dalam Kondisi Menyenangkan dan Tidak Menyenangkan

Baginda nabi Muhammad SAW bersabda,

Kaana idzaa ataahul amru yasurruhu qoola: alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmusshoolihaatu, wa idzaa ataahul amru yakrohuhu qoola: alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal“. HR Hakim

(Apabila nabi mendapat sesuatu yang menyenangkan maka beliau mengucapkan “Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmusshoolihaatu/Segala puji bagi Allah, karena berkat ni’mat-Nya perkara-perkara yang baik menjadi sempurna”. Apabila beliau mendapat sesuatu yang tidak disukainya maka beliau selalu mengucapkan “Alhamdulillaahi ‘alaa kulli haal/Segala puji bagi Allah dalam semua keadaan”).

Ya Allah jadikanlah kami orang selalu memuji-Mu dalam segala keadaaan. Allahumma aamiin.

Kaum Istimewa di Sisi Allah SWT

Baginda nabi Muhammad SAW bersabda,

Inna lillaahi ta’aala aqwaaman ikhtashsho-hum binni’ami limanaafi’il ‘ibaadi wayuqirruhaa fiihim maa badzaluuha faidza mana’uuhaa naza’ahaa minhum fahawwalahaa ilaa ghoirihim.”

(Sesungguhnya Allah SWT mempunyai kaum-kaum yang Dia khususkan mendapat banyak nikmat untuk kemanfaatan hamba-hamba Allah; Dia menetapkan nikmat tersebut kepada mereka selagi mereka mendermakannya. Apabila mereka tidak mau mendermakannya maka Dia mencabutnya dari tangan mereka lalu dipindahkan-Nya kepada selain mereka). HR Ibnu Abu Dunya

Ya Allah jadikanlah kami orang yang selalu bersyukur atas nikmat yang Engkau berikan kepada kami. Allahumma aamiin.

 

 

Baru Dua Kali Belajar Bahasa Arab Sudah Berani Mengajar

Oleh: Adi ST

Baru dua kali belajar bahasa Arab dengan Metode Abyan di Pondok Pesantren Daruts Tsaqofah namun sudah berani mengajari guru-guru di sekolahnya membaca kitab gundul? Inilah pengalaman unik sekaligus mengesankan dari Bpk. Ronny Idranata sang Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Az Zein, Ciampea, Bogor Barat. Beliau yang mengaku sebagai penikmat Metode Abyan ini sangat semangat belajar bahasa Arab. Hingga kini ia luangkan waktu 3x seminggu belajar kepada KH Umar Ash-Shiddiq.

Awalnya adalah ketika ia mendengar seorang guru di sekolahnya sedang membincangkan sebuah metode membaca kitab gundul (Metode Abyan). Ia yang kebetulan mendengar lalu ikut nimbrung dalam percakapan. Oleh guru tersebut dijelaskan bahwa kitab Alfiyah dirangkum berupa rumus-rumus hanya dalam 3 halaman saja, spontan Bpk. Ronny menjawab, “Tidak mungkin”. Namun karena rasa ingin tahunya yang besar, ia kemudian mengajak guru tersebut beserta beberapa guru lainnya mendatangi Pondok Pesantren Daruts Tsaqofah. Singkat cerita, jadilah ia murid KH Umar Ash-Shiddiq belajar bahasa Arab hingga sekarang .

Lantas apa yang membuat ia berani mengajari guru-guru lainnya secara khusus di sekolahnya seminggu sekali, padahal menurut pengakuannya ia juga belum menguasai ilmu nahwu sebelum ini? Jawabnya, “Karena ini adalah mutiara yang harus disebarkan. Di samping itu, KH Umar juga memotivasi saya untuk menyebarkannya.” Bahkan bukan hanya itu, saat ini ia mewajibkan murid-murid kelas 4 belajar Metode Abyan seminggu sekali. Yang menarik, ketika satu kelas diajari metode ini dengan bernyanyi menghafalkan rumus-rumus, kelas lain yang mendengar jadi ikut minta diajari juga.

Sebagai seorang pendidik, ia menyadari bahwa kompetensi yang diharapkan dari lulusan Madrasah Ibtidaiyah saat ini hanyalah sekedar bisa melakukan percakapan dalam bahasa Arab. Hal ini menurutnya masih kurang, terlebih mampu bercakap-cakap tidaklah secara otomatis bisa membaca kitab gundul. Padahal, dengan mampu membaca kitab gundul bisa menumbuhkan minat membaca Al Qur’an, menerjemahkan Al Qur’an dan menumbuhkan apresiasi terhadap tafsir Al Qur’an di kalangan murid-murid. Karena itulah, ia bertekad dengan Metode Abyan ini murid-murid lulusan sekolahnya diharapkan bisa membaca kitab gundul dengan benar.

Istri yang Paling Baik

Rasulullah SAW bersabda,

Khoiru nisaa ikumul ‘afiifatul gholimah, ‘afiifatun fii farjihaa gholimatun ‘alaa zaujihaa.”

(Sebaik-baik istri adalah yang memelihara kehormatan lagi penurut, yakni dia memelihara kehormatannya dan penurut terhadap suaminya.) HR Ad-Dailami

Ya Allah jadikanlah istri-istri kami termasuk yang menjaga kehormatan dan mencintai kami. Aamiin

Jangan Jadi yang Kelima

Baginda nabi Muhammad SAW bersabda,

Ughdu ‘aaliman au muta’alliman au mustami’an au muhibban wa laa takunil khoomisa fa tahlika.”

(Jadilah kamu seorang pengajar atau pelajar atau pendengar atau pecinta (ilmu) dan janganlah kamu menjadi orang yang kelima, kamu pasti menjadi orang celaka.) HR Imam Baihaqi

Ya Allah jadikanlah kami salah satu dari yang empat itu, dan jauhilah kami dari menjadi orang bodoh atau bahkan pembenci ilmu (agama-Mu). Aamiin